Ramadhan seharusnya menjadi ajang latihan buat untuk menjadi hamba yang lebih baik dari sebelumnya. Keberhasilan dari suatu latihan dilihat di arena pertandingan bukan hanya saat latihan saja. Satu bulan penuh kita latihan dan sebelas bulan berikutnya adalah waktu untuk bertanding dan saat inilah penentuan kemenangan. Ramadhan ibarat ladang pahala yang sangat subur sehingga wajar ketika amalan ibadah pada bulan tersebut kita tingkatkan kualitas dan kuantitasnya, tapi ia bukanlah momen untuk berspekulasi ataupun memanipulasi iman, semua maksiat terhenti untuk sementara tapi setelah Ramadhan dilanjutkan kembali.
Semoga dengan berlalunya ramadhan tidak berlalu juga motivasi untuk selalu melakukan kebaikan sekecil apapun untuk menjaga ibadah kita. Dan selalu membawa atmosfer Ramadhan terserap pada jiwa hingga terasa di dalam jiwa pada bulan apapun untuk meramadhankan setelah Ramadhan. Amiin Alluhamma amiin.Wallahu A'lam


















