pak saya salah satu mahasiswa bapak,saya tertarik dengan artikel yang bapak tulis mengenai "Apa ukuran kualitas Karya Ilmiah?" dimana artikel tersebut memuat mengenai garis besar masalah penelitian.selain itu harapan yang begitu mulia dari bapak agar mahasiswa bapak dapat memahami materi matakuliah dengan baik sehingga dapat menyelesaikan tugas akhir, baik skripsi, tesis maupun disertasinya dengan baik.
di sisi lain saya juga tertarik dengan kritikan bapak mengenai mahasiswa, yg telah bapak cantumkan di artikel bapak yakni sebagai berikut : Sayangnya tidak semua mahasiswa menyadari hal itu, sehingga kehadirannya tidak dimaksimalkan untuk menguasai materi, melainkan sekadar memenuhi jam wajib hadir. Jika ini terjadi, siapa pun yang mengajar, berapa lama pun belajar dengan metode apa pun, maka hasil maksimal itu tidak akan pernah tercapai, sehingga waktu perkuliahan hilang begitu saja tanpa membawa manfaat berarti.
saya sependapat dengan kritikan bapak tersebut,bila mahasiswa tersebut masuk dalam kriteria yang seperti bapak tulis tersebut.
akan tetapi di dalam realitanya terjadi hal yang berbeda,sekarang mahasiswa uin mulai banyak yang sadar akan pentingnya penelitian.namun di sisi lain ada beberapa dosen uin yang kurang mendukung akan hal tersebut,hal ini terjadi di fakultas saya,dimana dosen mata kuliah metode penelitian tidak obyektif dalam hal penilaian terhadap mahasiswanya,dimana dosen tersebut lebih mengedepankan ego dan sensitifitas background organisasinya sehingga banyak mahasiswa yang dirugikan dalam hal penilaian,banyak mahasiswanya yang mampu dalam hal penelitian namun memperoleh nilai yang tidak layak mereka peroleh sedangkan mahasiswa yang mempunyai latar belakang yang sama dengan background dosen tersebut dan tidak mampu dalam hal penelitian memperoleh nilai yang baik daripada dengan mahasiswa yang mampu tersebut.
dari kasus tersebut,saya jadi ingin bertanya kepada bapak mudji yang terhormat sebagai guru dan pemimpin saya juga.
masih layakkah dosen seperti itu mendidik di uin tercinta kita???dan kenapa yang lebih sering disorot di dalam kampus adalah mahasiswa daripada dosennya???padahal di tataran dosen di uin masih ada beberapa dosen yang belum layak mengajar di kampus tercinta kita,serta msh banyak juga dosen yang mengajar kepada mahsiswanya yang tidak sesuai dengan jurusannya.bagaimana ilmu kita dapat, bila yang kita terima bukan ilmu yang sesuai dengan jurusan kita,malahan ilmu di luar jurusan kita???
saya berharap kepada bapak mudji selaku guru dan pemimpin saya untuk dapat menindak lanjuti permasalahn yang terjadi di dalam kampus tercinta kita ini yakni UIN MALIKI MALANG.
semua krtikan maupun pertanyaan saya tersebut,merupakan salah satu kegundahan hati saya melihat realita yang terjadi di kampus kita,dimana cita2 uin maliki malang yang begitu baik namun kurang di dukung oleh beberapa oknum yang kurang bertanggung jawab.
" kampus kita ini bagaikan sebuah taman kota yang indah dengan aroma bunga yang wangi serta kupu2 yang berterbangan dan burung2 yang berkicau merdu.namun sangat berbahaya sekali apabila ada satu tikus pengerusak tanaman saja di dalam taman tersebut,yang terjadi adalah taman yang indah itu akan hancur dan menjadi buruk sebab tikus tersebut tidak di basmi dan tikus tersebut juga sudah beranak pinak."
mhn maap juga apabila ada kata2 yg kurang berkenan d hati bapak.inilah sebuah crita nyata dari anak untuk bapaknya yang peduli akan kemajuan.
terima kasih.
wassalamualaikum wr.wb
sukses selalu buat pak mudji...




















