Sebagaimana dalam teori dialektika sejarah Hegel, tidak harmonisnya hubungan Indonesia-Malaysia karena kesadaran kedua bangsa ini terbentuk oleh sejarah konflik yang sebelumnya sudah banyak terjadi, terlebih pada era Soekarno, sehingga gesekan kecil akan mudah menjadi konflik besar.Faktanya, bangsa Indonesia tidak pernah mempunyai masalah dengan negara Suriname miskipun ada banyak budaya Indonesia karena adanya orang Jawa di negera itu.
Tentang studi kebudayaan saya sangat setuju bila dikembangkan "cross study" tetapi agar tidak tergilas oleh oleh arus globalisasi kita wajib mengembangkan "local wisdom" termasuk memasukkannya dalam kurikulum pendidikan nasional.
Akhir-akhir ini, adanya istilah kampung global, globalisasi, dunia yang dilipat, internetworking (adanya internet) tampaknya memperjelas bahwa kita manusia ternyata satu, tidak terpisah satu dengan lainnya (Ummatan Wahidah), yang berasal dan berada dalam satu kesatuan (unity), yang dalam istilah ilmu teologi disebut Tauhid.
Terima Kasih Prof.



















