ungkapan filosofis seperti itulah yang sering saya ingat dari tulisan Prof lain.
Ungkapan itu tepat untuk menjelaskan bahwa konsep, teori, dan ilmu diciptakan untuk perbaikan kehidupan manusia tidak yang lain.
Ungkapan itu bisa dijadikan pijakan epistemologis pengabdian masyarakat akademis (kampus) terhadap masyarakat lainnya.
Ahli ilmu kepemimpinan dan manajemen harus mempermudah sistem, ahli ilmu ekonomi harus mampu mempermudah masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonominya, ahli ilmu politik harus menjadikan negara ini sebagai alat pemberdayaan masyarakat bukan memperalat mereka dan seterusnya.
Ilmu dibangun dari fakta dan kembali ke fakta
bisa diartikan bahwa yang dinamakan ilmiah (sains) adalah sesuatu yang sudah teruji secara rasional dan empiris.
Dengan demikian masyarakat saintis adalah orang-orang yang akumulasi teorinya teruji secara teoritik dan juga teruji pemanfaatannya terhadap fakta kehidupan masyarakat, minimal mempermudah kehidupan mereka.
Terima Kasih Prof, atas jargon Filosofisnya yang pernah saya baca




















