Oleh karena itu, sebagian masyarakat kita menilai bahwa gelar akademik itu sangat penting. Banyak pekerjaan atau jabatan yang menuntut persyaratan kualifikasi tingkat pendidikan tertentu dengan menunjukkan bukti berupa ijazah. Di samping itu dalam budaya kita sekarang gelar ini masih merupakan satu simbol status seseorang di masyarakat. Andaikan gelar itu tidak penting tentu jumlah perguruan tinggi tidak sebanyak yang ada di negara kita ini. Dan hampir semua iklan lowongan kerja yang dibuka untuk pasar umum menetapkan gelar atau sertifikasi akademik (kursus dan diploma) sebagai persyaratan. Lebih-lebih lagi untuk jabatan-jabatan yang berkaitan dengan posisi di pemerintahan. Tetapi tak sedikit dari masyrakat kita yang menilai bahwa gelar akademik itu tidak begitu penting. Pandangan yang demikian muncul bukan disebabkan oleh gelar itu sendiri, namun disebabkan banyaknya orang yang merasa kurang diuntungkan dari gelar akademis yang dimilikinya.
Lalu Bagaimana menyikapi realitas yang pro dan kontra masyarakat terhadap penting atau tidak pentingya gelar akademik sebagaimana ungkapan di atas? Bergelar dan tidak bergelar akan sama saja tak banyak menolong kalau kita menggunakannya untuk mencari alasan yang hanya akan memperlemah diri (self excusing); membuat kehilangan momen untuk melakukan sesuatu, kehilangan daya kreatif, dan inovasi. Oleh karena itu, yang perlu kita pahami, bahwa harga sebuah gelar pada praktek hidup yang paling spesifik lebih banyak ditentukan oleh bagaimana kita mengolahnya menjadi indah. Keindahan gelar akademik ini sebagian besar lebih ditentukan oleh hasil penilaian pribadi kita, maka kreativitas menjadi sangat dibutuhkan. Meskipun kita adalah makhluk yang unggul, tetapi jika penilaian kita atas diri kita tidak menghasilkan kesimpulan yang berarti, maka hampir dipastikan kita menghadapi kenyataan yang sama dengan penilaian kita terhadap diri sendiri. Kegagalan itu akan menghancurkan orang kalah (loser) tetapi akan memberi inspirasi maju bagi orang menang (winner). Kesimpulan ini tentu tak akan jauh dari sikap mental kuat, kemampuan mengolah apa yang sudah kita miliki dan bagaimana menggunakan apa yang kita miliki untuk mencapai apa yang kita inginkan. Walhasil...Hidup ini bukan persoalan kartu apa yang kita terima, tetapi kartu apa yang kita pilih untuk kita jatuhkan".Wallahu A"lam




















